Asal Usul Kratom dari Kalimantan: Sejarah Singkat yang Perlu Diketahui
Banyak pembeli baru mengenal kratom hanya dari bentuk bubuknya di kemasan, tanpa tahu bahwa daun ini punya sejarah panja…
Baca →Website ini menjual produk herbal yang hanya diperuntukkan bagi orang dewasa usia 21 tahun ke atas.
Apakah Anda berusia 21 tahun atau lebih?
Musim hujan membawa udara yang lebih lembap ke dalam rumah, dan ini jadi tantangan tersendiri untuk siapa saja yang menyimpan kratom bubuk di rumah. Kelembapan tinggi membuat bubuk lebih mudah menyerap uap air dari udara, dan kalau dibiarkan, teksturnya bisa berubah dari kering jadi menggumpal dalam waktu yang lebih singkat dibanding musim kemarau.
Bubuk kratom memang punya sifat menyerap kelembapan dari udara sekitar, apalagi kalau wadah penyimpanannya sering dibuka tutup. Saat musim hujan, kadar uap air di udara dalam ruangan biasanya lebih tinggi, terutama di area dekat dapur, kamar mandi, atau ruangan yang kurang sirkulasi udara. Kombinasi ini membuat risiko bubuk menggumpal atau berjamur jadi lebih besar dibanding hari-hari biasa.
Wadah plastik tipis atau kemasan yang hanya diikat biasanya tidak cukup kedap untuk musim hujan. Toples kaca atau plastik food grade dengan tutup rapat dan segel karet lebih disarankan, karena uap air dari luar lebih sulit menembus ke dalam. Kalau kratom masih dalam kemasan vakum aslinya, sebaiknya kemasan itu dibiarkan tertutup serapat mungkin dan baru dibuka saat benar-benar akan dipakai, bukan dibiarkan terbuka dalam waktu lama.
Lokasi penyimpanan juga ikut menentukan. Hindari menyimpan kratom bubuk di dekat dapur, wastafel, atau kamar mandi, karena area-area ini biasanya punya kadar uap air lebih tinggi saat musim hujan. Tempat yang kering, sejuk, dan jauh dari sinar matahari langsung seperti lemari dapur bagian atas atau rak tertutup jadi pilihan yang lebih aman.
Menyimpan kratom bubuk di kulkas juga sebaiknya dihindari. Kondensasi yang terbentuk saat wadah dikeluarkan dari suhu dingin ke suhu ruangan justru bisa menambah kelembapan di dalam wadah, bukan menguranginya.
Menambahkan silika gel kecil di dalam wadah penyimpanan bisa membantu menyerap uap air yang mungkin masuk saat wadah dibuka tutup. Cara ini banyak dipakai untuk bahan bubuk lain yang rentan menggumpal, dan prinsip yang sama berlaku untuk kratom bubuk. Pastikan silika gel yang dipakai dalam kemasan terpisah, bukan tercampur langsung dengan bubuknya.
Kalau bubuk mulai terasa lengket saat disentuh, menggumpal jadi bongkahan kecil, atau muncul aroma yang berubah dari biasanya, itu tanda kelembapan sudah masuk ke dalam wadah. Pada kondisi ini, sebaiknya cek juga apakah ada tanda-tanda lain yang menunjukkan bubuk sudah tidak layak dipakai. Ciri-ciri lengkapnya bisa dibaca di halaman panduan kami.
Di ThonyHerbalKrats, setiap pesanan dikemas vakum langsung dari Kalimantan untuk menjaga kesegaran sejak awal, baik untuk Supergreen Nano (500 gram Rp 59.500, 1 kg Rp 88.000) maupun varian lain seperti Red Borneo, Red Bali, Green Vein, White Vein, Maeng Da, dan Bentuangie yang bisa dilihat di katalog produk.
Ada pertanyaan soal cara menyimpan atau varian yang cocok untuk Anda? Tanyakan langsung ke admin lewat WhatsApp, atau pesan di sini. Tersedia COD dan gratis ongkir untuk Jabodetabek, Bandung, Cirebon, Sukabumi, Subang, Sumedang, Tasikmalaya, dan Kalimantan Barat.
Tertarik mencoba produk ThonyHerbalKrats?
Kratom bubuk premium langsung dari Kalimantan. COD tersedia.